Orang Terkaya di Dunia Jeff Bezos Mendanai Proyek Ilmuwan Anti-Tua, Ingin Hidup Abadi ?

JakartaMantan CEO Amazon, Jeff Bezos, tampaknya sedang mencoba memperpanjang umur manusia di Bumi. Ini diketahui dari kabar teranyar yang menyebut orang terkaya di dunia itu baru saja menyuntik dana segar ke perusahaan rintisan atau start-up anti-penuaan, Altos Laboratory.

Startup ini, menurut laporan MIT Tech Review, berfokus pada pengembangan teknologi untuk meremajakan sel dan berpotensi memperpanjang umur dengan inovasi 'pemrograman ulang biologis', yang bekerja lewat metode mengembalikan sel dewasa.

Tak hanya itu, metode ini juga diklaim memiliki potensi besar untuk mengobati orang yang kehilangan penglihatan, cedera tulang belakang, cedera otak, dan degenerasi tubuh terkait usia.

Terobosan ini didukung oleh ahli biokimia Salk Institute, Juan Carlos Izpisua Belmonte. Dalam sebuah riset keluaran 2018, Belmonte menyatakannya sebagai 'obat mujarab kehidupan' dan mengatakan bahwa penuaan bukanlah proses yang tidak dapat diubah. Sekarang, Belmonte bergabung dengan Altos Labs.

Ilmuwan terkemuka lainnya juga dilaporkan bergabung dengan startup yang turut diinvestasi oleh miliarder teknologi Rusia, Yuri Milner, ini. Salah satunya adalah Steve Horvath, ahli genetika University of California yang mengembangkan cara untuk mendeteksi penuaan sel dari penanda molekuler mereka.

Ada juga Shinya Yamanaka, yang menerima hadiah Nobel untuk karya pemrograman ulang pada 2012. Ia nantinya akan memimpin dewan penasihat di Alto Labs.

Obsesi berumur panjang


Bezos sepertinya punya perhatian khusus soal memperpanjang umur. Dalam suratnya kepada pemegang saham Amazon.com pada 2020, ia secara ekstensif mengutip ahli evolusi Inggris, Richard Dawkins dengan menulis: "Mencegah kematian adalah hal yang harus Anda kerjakan.

Jika makhluk hidup tidak bekerja secara aktif untuk mencegahnya, mereka pada akhirnya akan bergabung dengan lingkungan mereka, dan tidak lagi ada sebagai makhluk otonom. Itulah yang terjadi ketika mereka mati."

Orang terkaya di dunia berusia 57 tahun ini kemudian menyimpulkan dalam surat tersebut dengan, "Jangan, jangan, jangan pernah membiarkan alam semesta memuluskan Anda ke lingkungan Anda."

Proyek 'mencegah' kematian sebenarnya cukup populer di Silicon Valley, sebuah kawasan di California, AS, yang banyak diisi oleh start-up inovatif dan perusahan besar teknologi. Pada 2013, misalnya, Google meluncurkan Calico, laboratorium penelitian dan pengembangan untuk mengobati penuaan.

Satu tahun kemudian, Palo Alto Durability Prize menawarkan 1 juta dolar AS bagi para peneliti yang dapat mengubah organisme tua menjadi muda atau memperpanjang umur makhluk hidup hingga 50 persen. Saat ini, para peneliti dari 50 negara dapat mengambil hadiah sekitar 30 juta dolar AS yang tersedia melalui tantangan "umur panjang yang sehat" dari National Academy of Medicine.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sinyal 4G Indosat Ooredoo Melakukan Blusukan Ke desa 124 Desa Terpencil di Indonesia Bagian Timur

Beberapa Brand Hp Paling Laris di Pasar Indonesia, Siapa yang Nomer 1 ?

Provider First Media Membantu Sekolah-sekolah di Jabodetabek Bisa Terhubung Fixed Broadband