Ceo Apple Mengatakan Bahwa Iphone Tidak Baik Dipakai Bermain Sosmed Terlalu Lama
Jakarta - Perilaku para pengguna produk Apple, seperti apple iphone yang terlalu lama main media sosial, sangat mengkhawatirkan Tim Chef. Chief executive officer Apple itu menilai saat ini terlalu banyak orang yang menggunakan teknologi hingga kelewatan batas.
Dalam wawancara dengan Bustle, Chef berbicara tentang kecanduan media sosial dan teknologi. Prepare bahkan mengulangi klaim yang pernah ia ucapkan sebelumnya, bahwa teknologi harus melayani umat manusia dan bukan sebaliknya.
Pria 60 tahun itu menjadi khawatir saat banyak orang menggunakan teknologi terlalu sering dengan intensitas tinggi. Hal itu berbeda dengan tujuan Apple yang mencoba membuat para penggunanya lebih banyak waktu untuk kegiatan lain.
Saya selalu berpikir bahwa teknologi harus melayani manusia dan bukan sebaliknya. Dan saya selalu khawatir tentang orang yang terlalu banyak menggunakan teknologi. Jadi, kami keluarkan fitur Display Time untuk mencoba memberi orang pembacaan yang benar tentang jumlah waktu yang mereka habiskan di perangkat mereka.
Selama wawancara, Cook mencontohkan aplikasi Radiate yang tersedia di Apple Application Shop di mana sebuah platform yang dirancang untuk melawan stigma sosial seputar masalah kesehatan mental. Menurut Chef itu adalah contoh yang kuat tentang bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Dikutip MacRumors, bagi Cook yang sudah 10 tahun menjadi chief executive officer Apple, saat ini kesehatan psychological menjadi penting. Ia pun bercerita untuk mengatasi stres dalam kegiatan sehari-harinya menjadi bos perusahaan teknologi terbesar, meditasi menjadi jalan keluarnya.
Kembali ke adiksi media sosial, Prepare menyatakan konsep scrolling tanpa batas dari platform, seperti Facebook, Instagram, dan TikTok, meskipun tidak disebutkan secara langsung, membuat dampak buruk ke pengguna.
Dia mengatakan bahwa Apple ingin pelanggannya menikmati produk mereka, seperti apple iphone untuk terhubung dengan keluarga dan teman, bukan menggunakannya untuk scrolling media sosial tanpa henti.
Pencipta mekanisme "limitless scroll" atau menggulir tak terbatas di media sosial, Aza Raskin, pun mengatakan pada 2019 bahwa dia sangat menyesal atas penemuannya itu. Bahkan dia menyesali apa yang telah dilakukan terhadap masyarakat.
Awalnya Raskin menjelaskan tujuan ide itu adalah untuk membantu menciptakan pengalaman yang mulus untuk pengguna. Mereka untuk terus bergerak ke atas atau ke bawah halaman, menghilangkan kebutuhan untuk menekan tombol "rejuvenate" atau menekan "following page". tetapi sayangnya, itu ternyata menjadi taktik untuk membuat mereka tetap online selama mungkin
Dalam wawancara dengan Bustle, Chef berbicara tentang kecanduan media sosial dan teknologi. Prepare bahkan mengulangi klaim yang pernah ia ucapkan sebelumnya, bahwa teknologi harus melayani umat manusia dan bukan sebaliknya.
Pria 60 tahun itu menjadi khawatir saat banyak orang menggunakan teknologi terlalu sering dengan intensitas tinggi. Hal itu berbeda dengan tujuan Apple yang mencoba membuat para penggunanya lebih banyak waktu untuk kegiatan lain.
Saya selalu berpikir bahwa teknologi harus melayani manusia dan bukan sebaliknya. Dan saya selalu khawatir tentang orang yang terlalu banyak menggunakan teknologi. Jadi, kami keluarkan fitur Display Time untuk mencoba memberi orang pembacaan yang benar tentang jumlah waktu yang mereka habiskan di perangkat mereka.
Selama wawancara, Cook mencontohkan aplikasi Radiate yang tersedia di Apple Application Shop di mana sebuah platform yang dirancang untuk melawan stigma sosial seputar masalah kesehatan mental. Menurut Chef itu adalah contoh yang kuat tentang bagaimana teknologi dapat digunakan untuk membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat.
Dikutip MacRumors, bagi Cook yang sudah 10 tahun menjadi chief executive officer Apple, saat ini kesehatan psychological menjadi penting. Ia pun bercerita untuk mengatasi stres dalam kegiatan sehari-harinya menjadi bos perusahaan teknologi terbesar, meditasi menjadi jalan keluarnya.
Kembali ke adiksi media sosial, Prepare menyatakan konsep scrolling tanpa batas dari platform, seperti Facebook, Instagram, dan TikTok, meskipun tidak disebutkan secara langsung, membuat dampak buruk ke pengguna.
Dia mengatakan bahwa Apple ingin pelanggannya menikmati produk mereka, seperti apple iphone untuk terhubung dengan keluarga dan teman, bukan menggunakannya untuk scrolling media sosial tanpa henti.
Pencipta mekanisme "limitless scroll" atau menggulir tak terbatas di media sosial, Aza Raskin, pun mengatakan pada 2019 bahwa dia sangat menyesal atas penemuannya itu. Bahkan dia menyesali apa yang telah dilakukan terhadap masyarakat.
Awalnya Raskin menjelaskan tujuan ide itu adalah untuk membantu menciptakan pengalaman yang mulus untuk pengguna. Mereka untuk terus bergerak ke atas atau ke bawah halaman, menghilangkan kebutuhan untuk menekan tombol "rejuvenate" atau menekan "following page". tetapi sayangnya, itu ternyata menjadi taktik untuk membuat mereka tetap online selama mungkin
Komentar
Posting Komentar